Pasang iklan

2015 Bebas & Belum Setahun Menjabat, Bupati Kudus Korupsi Lagi

Gema.id Jateng – KPK menangkap sembilan orang termasuk Muhammad Tamzil, Bupati Kudus pada Jumat (26/7/2019). Penangkapan Bupati Kudus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut didasari dugaan transaksi suap.

Dugaan suap untuk pengisian jabatan tersebut diketahui melibatkan Muhammad Tamzil dan beberapa calon kepala dinas setempat.

Keseluruhannya ditangkap dalam OTT KPK (26/7/2019), saat penangkapan sejumlah uang dengan total 200 juta rupiah ikut diamankan.

Sampai saat ini, Bupati kudus beserta delapan orang lainnya tersebut masih diperikas secara intensif selama 1×24 jam sebelum penetapan status hukum.

Koruptor Residivis

Diketahui bahwa, sebelumnya Tamzil pernah diperiksa dan dijatuhi hukuman untuk dugaan korupsi dana bantuan sarana tahun anggaran 2004-2005. Dalam kasus tersebut Tamzil juga berposisi sebagai Bupat Kudus untuk periode jabatan 2003-2008.

Perkara yang baru ditangani kejaksaan negeri kudus pada tahun 2014 tersebut diputus oleh Hakim PN Kudus dengan vonis 10 atau 22 bulan penjara pada februari 2015, pidana 1 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta atau setara 3 bulan kurungan.

Kesimpulan hakim kala itu; bekas staf ahli Gubernur Jawa Tengah ini terbukti bersalah melakukan korupsi, juga secara bersama-sama.

Melalui penyalahgunaan wewenang, Tamzil mengeluarkan perintah pencairan sebelum pengesahan DPRD untuk pembayaran senilai Rp 21,8 Milyar ke Direktur PT. Gani and Son, Abdul Gani selaku pihak ketiga oleh Kepala Dinas Pendidikan, Ruslin selaku pengguna anggaran.

Berdasarkan perhitungan BPKP kerugian negara pada korupsi Tamzil sebelumnya senilai Rp 2,1 miliar.

Operasi Tangkap Tangan Bupati Kudus 2019

Muhammad Tamzil diketahui telah selesai menjalani masa hukuman dan menghirup udara bebas pada Desember 2015. Sampai pada 2018, dirinya kembali mencalonkan diri kembali terpilih sebagai bupati Kudus.

Belum setahun menjabat, Tamzil kembali ditangkap untuk kasus korupsi.

“Kami menduga, pemberian ini bukan hanya terkait dengan kegiatan tangkap tangan kali ini. Tapi sudah ada pemberian sebelumnya, mengingat ada beberapa jabatan yang kosong”

kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (26/7/2019).

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)